Tarim, Hadhramaut- Menanggapi isu radikalisme dan terorisme yang terus
berkembang, Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama (PCI NU) Yaman
bekerja sama dengan Persatuan Pelajar Indonesia di Yaman (PPI Yaman) dan
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaman, menggelar seminar
ilmiah dengan dua tema sekaligus yang bertajuk “Membendung Radikalisme
dan Manajemen Organisasi” pada hari Ahad (26/09) kemarin. Rois Syuriyah
PCI NU Yaman, Ahmad Badruttamam, yang sekaligus menjadi ketua panitia
pelaksana acara tersebut dalam sambutannya menyampaikan, “Acara dengan
tema membendung radikalisme ini bukan bermaksud menganggap para pelajar
di Yaman sebagai penganut faham radikalisme, sebagaimana yang diisukan
sebagian orang, tapi seminar ini bermaksud sebagai tindakan pencegahan
dini dengan cara meningkatkan wawasan tentang radikalisme, khususnya
masalah terorisme agar kita tidak mudah terpengaruh faham-faham
tersebut. Selain itu, kita semua tahu bahwa Wali Songo adalah dari
Hadramaut dan oleh karena itu apa yang diajarkan Wali Songo sama dengan
apa yang kita pelajari dari para ulama dan habaib Hadramaut sekarang,
yaitu mengajarkan Islam sebagai agama cinta kedamaian.”
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Yaman, Bapak Drs. Nur
Aulia’ yang hadir dalam acara yang bertempat di auditorium Fakultas
Syari’ah dan Hukum, Universitas Al Ahgaff, Tarim, Hadhramaut, Yaman
tersebut, memberikan sambutan panjang. Ia mengungkapkan bahwa terorisme
muncul dilaterbelakangi oleh banyak faktor, baik dari luar maupun dari
dalam Islam sendiri, di antara faktor tersebut adalah kebodohan pelaku
terorisme yang tidak memahami ajaran agama Islam secara benar, sikap
fanatik yang berlebihan pada kelompoknya, ketidakadilan dalam sistem
politik dan ekonomi, kemiskinan yang akut dll. “Terorisme adalah maksiat
kepada Allah, karena telah mengambil hak Allah dengan cara
menghilangkan nyawa manusia tanpa berdasar pada dalil yang benar,
mengorbankan banyak rakyat sipil yang tidak berdosa, dan menggangu
keamanan,” tambahnya. Di hadapan 350 peserta seminar yang terdiri dari
perwakilan pelajar Indonesia dari Universitas Al Ahgaff, Darul Musthofa
dan Ribath Tarim tersebut, beliau, di akhir sambutan, mengucapkan banyak
terimakasih kepada semua pihak yang berpartisipasi untuk mewujudkan
acara tsb. dan memberikan pesan moral kepada kepada seluruh pelajar yang
hadir.
Acara yang berlangsung selama tiga jam setengah tersebut, dimulai pukul
19:00 sampai 22:30 waktu setempat (23:00—02:30 WIB), diisi oleh dua
pemakalah. Pemakalah pertama, Bapak Drs. Agus Syarif Budiman yang juga
menjabat sebagai Kepala Kantor KBRI Yaman mempresentasikan makalahnya
yang berjudul “Perkembangan Situasi Politik-Keamanan dan Gerakan
Terorisme di Yaman”. Setelah Drs. Nur Aulia’ menjelaskan panjang lebar
tentang berbagai faktor penyebab munculnya terorisme, maka pemakalah
lebih banyak memberikan contoh-contoh nyata tindakan-tindakan terorisme,
baik di tingkat internasional ataupun beberapa kasus yang ada di Yaman.
sebagai sebuah studi kasus, pemakalah juga memberikan contoh efek buruk
dari tindakan terorisme, seperti menciptakan kemiskinan masyarakat.
Setelah itu, pemakalah kedua, Bapak Rendy Ramanda, MM. , kepala konsuler
KBRI Yaman menyampaikan makalahnya dengan judul “ Menegemen Organisai
dan Teori Kepemimpinan”. Dan di akhir acara, kedua pemakalah
menyampaikan kekagumannya terhadap ulama dan habaib Hadramaut, yang
mampu menolak radikalisme selain melalui apa yang mereka ajarkan juga
dengan sikap nyata mereka. (LMI-NU Yaman)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar Blogger Facebook