Tareem- Dalam mengalawi pembahasan makalah, Saudara Nuzulul Bawakil
selaku pemateri utama diskusi dwi mingguan kali ini mengingatkan bahwa
kebutuhan kita akan dalil-dalil yang menjadi landasan maulid sudah
selayaknya tergolong kebutuhan primer bagi kaum nahdliyyin khususnya dan
kaum muslimin umumnya.
Mengingat semakin semaraknya aliran yang serampangan
melantangkan suara takfiir dan tasyriik, Mahasiswa tingkat V Kuliah
Syariah al-Ahgaff ini juga berupaya mensupport para diskusan agar
bersinergi untuk menggali kembali landasan maulid sekaligus memahami
hakikat maulid yang benar.
“Tujuan utama perayaan maulid sejatinya adalah mengingatkan kembali
sejarah Nabi Muhammad SAW, menghidupkan dan menanamkan rasa mahabbah
kepada Beliau di dalam hati,” tandas Nuzul, sebutan akrab pemateri.
Selanjutnya, dia membahas kata maulid secara gramatikal Arabia, bahwa
kata ini merupakan isim zaman wal makan (kata dasar yang menunjukkan
masa dan ruang). Berdasarkan data sejarah sesuai yang dicatat oleh Ibnu
Katsir dalam tâtikh-nya, “kali pertama yang megadakan perayaan maulid
adalah Raja al-Mudzaffir Abu Sa’id. Beliau merayakan pada bulan Robi’ul
Awwal. Perayaan yang amat meriah dan megah. Beliau merupakan sosok raja
yang tangkas, pemberani, cerdas, dan bijaksana. Semoga Allah merahmati
beliau dan memuliakannya”. Ini juga terdapat dalam kitab Jalaluddin
as-Suyuthie berjudul al-Haawie lil Fataawie (1/292).
Secara singkat, tepat, dan padat, dia memaparkan dalil-dalil maulid
sekaligus bantahan atas hal-hal (seperti pengkhususan hari, berkumpul
dalam suatu tempat demi perayaan ini (al-ijtima’), dan sebagainya) yang
dipermasalahkan oleh sebagian muslim yang anti-maulid. Dengan santai
tapi pasti, beliau kupas satu persatu tanpa banyak melihat kitab yang
dijadikan panduan oleh panitia.
Peserta makin antusian dan menyimak penjelasan. Acara makin seru saat
sesi tanya-jawab dan problem-problem yang diutarakan oleh sebagian
diskusan untuk dibahas bareng dalam diskusi kali ini. Makin lama tempat
diskusi pun makin dipenuhi oleh peserta. Ruangan Musholla lantai dua
asrama Kuliah Syariah Ahgaf itu penuh total.
Hingga tak terasa akhirnya sudah jam sebelas malam, acara ditutup oleh moderator, saudara Fakhruddin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar Blogger Facebook